ABOUT CHILDREN > MY NUTRITION
Pentingnya ASI (Air Susu Ibu)
03 Mar 2012

Sebagai orang tua tentunya kita ingin yang terbaik untuk buah hati kita. Apapun pasti dilakukan demi kesehatan dan perkembangan bayi kita. Terkadang kita tergoda oleh iklan di media massa yang menawarkan makanan atau nutrisi penambah gizi untuk buah hati kita. Tapi kita harus waspada dan mencari tahu apakah ada zat tambahan atau pengawet pada produk tersebut. Karena zat tambahan dan pengawet yang berbahaya malah akan merusak kesehatan bayi kita.




Tanpa disadari,kita sering lupa bahwa seorang ibu memiliki cairan ajaib yang diproduksi tubuhnya setelah melahirkan yaitu ASI. ASI mengandung berbagai nutrisi dengan jumlah yang cukup untuk perkembangan bayi kita. Selain hemat dan praktis, ASI juga merupakan sumber makanan paling penting terutana untuk bayi kurang dari 6 bulan. Mari kita lihat manfaat dan kandungan ASI dibandingkan dengan susu sapi atau susu formula.

Kandungan Gizi dan Manfaat ASI Untuk Bayi

ASI kaya akan zat gizi yang sangat diperlukan untuk perkembangan bayi terutama usia kurang dari 6 bulan sampai 2 tahun. Tidak ada satupun susu formula yang bisa menyamai kandungan dan kadar yang cukup dari ASI. Selain sebagai sumber nutrisi, ASI juga memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi, merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi,sebagai anti inflamasi dan antioksidan. Kandungan nutrisi dalam ASI paling cocok untuk sistem pencernaan bayi yang belum sempurna sehingga bayi dapat terhindar dari diare maupun penyakit saluran pencernaan lainnya. ASI mengandung 87,5% air sehingga jika jumlah yang diberikan cukup,bayi tidak akan mengalami dehidrasi. Berikut komposisi dari ASI:

1. Karbohidrat
Jenis karbohidrat terbanyak pada ASI adalah Laktosa. Berbeda dengan laktosa pada susu sapi (yang merupakan bahan dasar sebagian besar susu formula), laktosa ASI ini mudah dicerna oleh usus bayi sehingga hampir tidak diketemukan kejadian diare akibat intoleransi laktosa (ketidakmampuan usus mencerna laktosa sehingga terjadi diare). Laktosa berguna sebagai sumber energi, meningkatkan penyerapan kalsium di tubuh dan merangsang tumbuhnya bakteri baik di usus (Lactobacillus bifidus).


2. Protein
Ada 2 jenis protein yang terdapat di susu sapi dan ASI yaitu protein whey dan casein. Protein whey lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi dibandingkan casein. Pada ASI terdapat kandungan protein whey yang lebih tinggi daripada susu sapi. Sedangkan casein pada ASI hanya 30% saja. Sedangkan pada susu sapi terkandung 80% casein sehingga kemungkinan terjadi diare lebih tinggi. 
Selain itu, asam amino pada ASI juga lebih lengkap. Salah satunya adalah Taurin yang berperan penting untuk perkembangan otak bayi. Jumlah taurin di ASI ini jauh lebih tinggi daripada di susu sapi.
ASI  juga mengandung nukleotida yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, merangsang pertumbuhan bakteri baik usus dan meningkatkan penyerapan zat besi.

3. Lemak
Lemak penting untuk pertumbuhan otak yang cepat pada bayi. Kadar lemak pada ASI lebih tinggi dibanding susu sapi. Terutama omega 3 dan 6. Ada 2 jenis lemak rantai panjang yang tidak terdapat pada susu sapi yaitu asam dekoksaheksanoik (DHA) dan asam arakhidonat (AA) yang penting untuk perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Pada susu formula,mereka menambahkan 2 lemak ini yang kualitasnya tidak sebaik yang terdapat pada ASI.

4. Karnitin
Karnitin berperan untuk membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. Dalam ASI, terutama di 3 minggu pertama menyusui,terkandung karnitin dalam jumlah yang tinggi.

5. Vitamin
Terdapat berbagai macam vitamin penting dalam ASI. Diantaranya adalah vitamin K yang berperan dalam mencegah perdarahan, vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang, vitamin E untuk ketahanan dinding sel darah merah sehingga mencegah anemia, dan vitamin A untuk kesehatan mata dan mendukung perkembangan dan kekebalan tubuh bayi.
Selain vitamin diatas,ASI juga mengandung vitamin B,asam folat dan vitamin C dimana kadarnya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh ibu.

6. Mineral
Kadar mineral pada ASI tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Dan kualitasnya juga jauh lebih baik daripada susu sapi. Kalsium, zat besi, zink, dan selenium merupakan mineral penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
 

Manfaat Menyusui untuk Ibu

Selain berguna untuk bayi,ternyata menyusui itu berguna juga untuk ibu. Diantaranya:

1. Rangsangan isapan bayi pada puting susu dapat meningkatkan hormon oksitosin yang berfungsi untuk meningkatkan kontraksi rahim ibu sehingga rahim cepat menyusut dan resiko perdarahan berkurang.

2. Praktis dan ekonomis. Tidak perlu membawa perlengkapan seperti dot,susu kaleng maupun air panas jika bepergian. Dan uang yang dipakai untuk membeli susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain.

3. Dari penelitian didapatkan ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap kanker rahim dan payudara.

4. Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun selama kehamilan akan pindah ke dalam ASI dan menyusui juga dapat membakar kalori sehingga ibu akan cepat langsing kembali.
 

Begitu banyaknya manfaat ASI baik untuk bayi maupun ibu. Berbagai macam komposisinya terdapat dalam jumlah yang cukup sehingga tak perlu lagi takaran dalam pemberiannya. Namun,kebutuhan ASI berbeda tiap usia. Setelah 6 bulan bayi memerlukan makanan tambahan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Kondisi mental ibu juga mempengaruhi pengeluaran ASI ini. Jadi,jangan panik jika ASI anda keluar sedikit di awal-awal menyusui karena bayi masih bisa bertahan 1-3 hari tanpa banyak minum setelah kelahirannya.

 


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry