ABOUT WOMEN > FOOD & NUTRITION
Mengenal BPA (Bisphenol A) dalam Produk Plastik Kita
23 Mar 2012

Beberapa tahun belakangan ini marak sekali isu mengenai efek buruk Bisphenol A (BPA) yang terdapat pada berbagai produk plastik maupun kaleng. Berdasarkan berbagai penelitian, BPA dianggap sebagai bahan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia.




Bahkan sejak tahun 2010, Kanada menjadi negara pertama yang mendeklarasikan BPA sebagai bahan yang beracun. Sehingga berbagai produk plastik saat ini mencantumkan label "BPA free" pada kemasannya.

Apakah BPA itu? Benarkah ia begitu membahayakan kesehatan manusia? Dan bagaimana caranya mengetahui suatu produk mengandung BPA selain dari label "BPA free"?. Yuk mari kita lihat artikel dibawah ini. 

 

Apa itu BPA?

 

Bisphenol A atau yang lebih dikenal sebagai BPA merupakan suatu bahan kimia organik yang biasa digunakan untuk membuat produk plastik maupun kaleng. BPA menjadi kontroversial karena ternyata mengandung komponen yang mirip hormon sehingga dapat mengganggu fungsi endokrin (suatu bagian tubuh yang mengatur produksi beberapa hormon penting untuk tubuh).

 

Beberapa penelitian lain mengungkapkan efek BPA yang masuk dan terakumulasi dalam tubuh akan menyebabkan berbagai macam gangguan terutama pada perkembangan janin di dalam rahim. Jika seorang ibu hamil mengkonsumsi makanan yang "terkontaminasi" BPA maka efeknya akan mengganggu perkembangan prostat, otak, dan perubahan perilaku pada janin atau bayinya. Pada orang dewasa, BPA yang masuk ke tubuh akan menyebabkan berbagai gangguan seperti penyakit jantung, hati, dan diabetes.

Penelitian di Tufts University Medical School menyimpulkan bahwa BPA dapat meningkatkan resiko kanker. Dan berdasarkan penelitian The US National Toxicology Program, BPA dapat meningkatkan kejadian leukimia dan tumor sel interstitial testis pada tikus jantan. Sebaliknya, ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa BPA tidak menyebabkan kanker dan tidak mengganggu sistem reproduksi dan perkembangan pada hewan. Penelitian tersebut menyatakan batas aman BPA dalam tubuh adalah 50 mg/kg berat badan per hari. Sehingga di kalangan peneliti dunia, keamanan BPA masih menjadi kontroversi yang masih belum dipecahkan sampai saat ini.

 

Selain di produk plastik seperti botol susu bayi, tempat makan plastik, botol minum,dll ternyata BPA juga terkandung pada kaleng yang terbuat dari aluminium seperti kaleng susu,kaleng makanan olahan,dll. Dan juga terdapat pada beberapa bahan perawatan gigi. BPA masuk kedalam tubuh melalui makanan atau minuman yang disimpan didalam wadah plastik mengandung BPA. Selain itu, BPA juga lebih mudah dan lebih banyak tercampur ke makanan jika dimasukkan kedalam pemanas seperti microwave atau saat memasukkan makanan/minuman panas kedalam wadah.

 

Cara Menghindari Produk yang Mengandung BPA

 

Walaupun keamanan BPA masih kontroversial, hendaknya kita sebagai konsumen lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan. Sebaiknya mengambil jalan tengah demi kesehatan kita dan keluarga. Berikut tipsnya:

 

  1. Sebisa mungkin hindari menggunakan wadah plastik terutama yang mengandung BPA. Jika kita menggunakan wadah plastik janganlah memasukkan makanan atau minuman panas ke dalam wadah atau memanaskannya dalam microwave. Untuk mengenali apakah wadah itu mengandung BPA, cek label recycle pada bagian belakang wadah. Wadah yang mengandung BPA memiliki nomor kode "3" atau "7". Hindari wadah dengan kode seperti ini. Selain itu, wadah plastik yang mengandung BPA biasanya keras, bening dan ringan.
  2. Banyak sekali wadah dari bahan lain yang relatif lebih aman seperti wadah yang terbuat dari kaca atau keramik. Gunakan wadah tersebut untuk menaruh makanan atau minuman anda terutama yang panas. Atau gunakan wadah tersebut jika ingin menghangatkan makanan dalam microwave/oven.
  3. Jika anda menggunakan dishwasher (pencuci piring otomatis), pastikan alat piring yang anda cuci tersebut tidak mengandung BPA. Untuk lebih amannya,cucilah produk plastik anda dengan cara manual.
  4. Hampir semua produk kaleng atau botol yang terbuat dari aluminium mengandung BPA, sedangkan yang terbuat dari stainless steel biasanya lebin aman. Sehingga hindari memanaskan makanan kaleng langsung dari kalengnya karena kita tidak tahu apakah kaleng tersebut mengandung BPA atau tidak. Keluarkan isinya dulu lalu panaskan secara manual.

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita menghindari penggunaan produk plastik yang mengandung BPA disaat ada pilihan lain yang lebih aman. Kesehatan kita dan keluarga lebih penting dari sekedar berhemat menggunakan produk plastik tersebut.


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry