ABOUT CHILDREN > BABY CARE
Tips Mencegah dan Mengatasi Diaper Rash
26 Mar 2012

Diaper rash atau ruam popok menjadi masalah ibu-ibu terutama di kota besar. Maraknya penggunaan popok sekali pakai (diaper) saat ini juga turut memicu timbulnya ruam popok. Sebagian ibu saat ini mulai meninggalkan popok kain karena dinilai tidak praktis dan akan membasahi pakaian jika si anak buang air. Padahal menggunakan popok kain mencegah diaper rash karena ibu lebih cepat mengganti popok saat anaknya mulai menangis karena basah. Jika anda memilih menggunakan diaper, maka simak tips mencegah dan mengatasi diaper rash.




Diaper Rash

 

Diaper rash adalah suatu ruam kemerahan pada daerah selangkangan (area popok ) yang disebabkan iritasi kulit akibat bersentuhan dengan urin atau feses yang mengandung zat iritan seperti urea, enzim-enzim usus yang ikut keluar, dan sisa makanan lain. Kondisi area popok yang lembab juga membuat kulit mudah mengalami iritasi. Jika kita membiarkan diaper rash tanpa mengobatinya, maka akan timbul infeksi sekunder karena bakteri maupun jamur. Hal ini tentu akan membuat bayi anda tidak nyaman. Kulit juga bisa terkelupas dan penyakit kulit lain akan muncul.

 

Tips Mencegah dan Mengatasi Diaper Rash

Jika anda menggunakan diaper, maka tips dibawah ini perlu diterapkan untuk mencegah dan mengatasi diaper rash.

1. Ganti popok sesegera mungkin setelah terasa basah. Atau minimal 2 jam sekali untuk menghindari diaper rash atau saat proses penyembuhannya. Paling tidak mengganti popok delapan kali dalam sehari.

2. Setelah melepas popok, basuh kulit bayi anda dengan kapas atau handuk lembut yang sudah dibasahi air. Lalu biarkan beberapa menit tanpa popok agar daerah tersebut kering dan kulitnya dapat "bernafas" untuk beberapa saat. Hindari penggunaan tisu basah karena didalamnya dapat mengandung zat yang akan mengiritasi kulit bayi. Lalu oleskan krim khusus untuk mencegah diaper rash. Jangan menggunakan bedak karena akan menyumbat saluran kencing anak anda.  Dan jika terhirup, bedak juga akan menyebabkan beberapa masalah pernafasan. Salep yang mengandung antibiotik hanya boleh digunakan dibawah pengawasan dokter.

3. Hindari memakai celana karet atau plastik setelah memakai diaper karena membuat kulit semakin kulit untuk "bernafas" dan menguap.

4. Jika anda memakai popok kain, cuci dengan sabun lembut khusus untuk kulit bayi dan juga anda bisa menambahkan setengah cangkir cuka pada air bilasannya. Jangan menggunakan pemutih maupun deterjen biasa lainnya.

5. Jika anak anda sudah menderita diaper rash, selain cara diatas, cari juga apakah ada makanan yang menyebabkan feses bayi mengandung zat iritan. Pada beberapa bayi yang sensitif, makanan dapat membuatnya diare atau menyebabkan fesesnya mengandung zat iritan tersebut.

6. Beberapa anak ada yang hanya bisa mengunakan popok kain atau diaper merk tertentu. Perhatikan kondisi kulit anak anda terutama di area popok.

7. Buatlah kebiasaan setiap pagi pada anak anda dengan membiarkannya tanpa popok maupun celana selama beberapa menit diatas alas dengan posisi telungkup. Biarkan sinar matahari masuk sehingga kulit tidak lembab dan dapat "bernafas" dengan baik.

 

Diaper rash bukanlah penyakit berbahaya namun jika dibiarkan akan menimbulkan penyakit kulit yang serius. Diaper rash biasanya akan hilang selama 3 hari dengan melakukan tips diatas. Jika setelah 3 hari tidak ada perubahan atau kulit anak anda menjadi terkelupas, segera hubungi dokter anak terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

 


btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry