ABOUT MEN > FIT MEN
Apa Beda Kerja Otak Pria dan Wanita?
12 Apr 2013

Kebanyakan wanita bertindak secara spontan, baru berpikir. Sementara pria cenderung berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu. Perbedaan karakteristik antara pria dan wanita berasal dari struktur otak. Mau tahu bagaimana cara otak pria dan wanita bekerja?




Pakar neuroscientist, Daniel G Amen sekaligus penulis buku Unleash The Power of the Female Brain mengatakan, dirinya telah mempelajari serta menganalisis lebih dari 80.000 otak manusia. Selain untuk membuktikan perbedaan otak pria dan wanita, penelitian ini juga untuk memaparkan beda perilaku antara keduanya, seperti berikut:

 

 

Ukuran otak

 

Studi menunjukkan otak pria 8 hingga 10 persen lebih besar, empat persen sel otaknya lebih berat dibandingkan otak wanita. Namun bukan berarti pria selalu lebih pandai. Scan otak menunjukkan beberapa bagian penting otak wanita lebih besar dari pria.

 

Misalnya saja untuk urusan menentukan lokasi berlibur. Wanita lebih jago dari pria. Ini karena bagian lobus frontal, seperti korteks pre frontal wanita lebih besar dibandingkan dari pria. Daerah otak inilah yang mengontrol perencanaan, perhatian, dan penalaran, dan pengambilan keputusan pada wanita.

 

Tak hanya itu, korteks pre frontal juga terlibat dalam kepribadian dan emosi yang berkontribusi pada penilaian dan kontrol perilaku. Hal inilah yang membuat wanita bertindak sebelum berpikir. Berbeda dengan pria yang cenderung berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu.

 

Sementara  pria lebih memainkan lobus parietalis. Bagian otak ini berperan penting pada pemetaan, representasi bilangan, kesadaran spasial yang baik yang berhubungan dengan persepsi dunia fisiknya dengan lingkungan.

 

Tak heran jika pria juga cenderung lebih banyak berpikir tentang aktifitas seksual. Ini karena bagian yang mengatur berbagai perilaku fisiologis lebih besar. Bagian ini juga responsif pada berbagai rangsangan, seperti cahaya, bau-bauan, stres, bahkan gairah.

 

 

Multitasking

 

Dilaporkan Daily Mail, 60 persen otak manusia berwarna putih dan 40 persennya abu-abu. Materi abu-abu pada pria lebih sedikit, alhasil mereka cenderung menangani tugas hanya berfokus pada satu pekerjaan.

 

Materi putih pada wanita lebih luas yang terkait dengan intelengensi. Oleh karena itu, dalam hal pekerjaan wanita dapat mempertimbangkan banyak hal dan mampu menjalankan aktifitas lebih dari satu tugas atau pekerjaan.

 

 

Naluri

 

Penelitian menunjukkan, saat berpikir wanita menjalankan otak kanan terkait dengan masalah emosional. Dibandingkan pria, wanita lebih peka dalam memilah isyarat, bahasa tubuh, dan nada suara. Hal inilah yang menyebabkan wanita menjalankan sesuatu berdasarkan firasat.

 

Namun terkadang intuisi wanita dapat bersifat negatif. Hal ini dipengaruhi karena faktor kualitas tidur, hormon, stres, atau terjadi peningkatan kadar gula darah.

 

 

Empati

 

Penelitian pembuktikan, ada bagian otak yang mengontrol empati pria dan wanita. Adalah korteks premotor yang membuat wanita lebih sensitif dan emosional dibandingkan pria.

 

 

Kontrol

 

Bagian otak yang berkaitan dengan kemarahan dan agresi pada wanita lebih besar, kondisi inilah yang membuat wanita lebih sulit mengontrol emosinya ketimbang pria. Selain itu wanita juga cenderung merasa agresif. Namun mereka jauh lebih mungkin meluncurkan serangan verbal daripada serangan fisik, seperti pria.

 

 

Khawatir

 

Pria dan wanita memiliki tingkat kekhawatiran yang berbeda. Ini karena adanya kekuatan asosiatif, khususnya wanita yang cenderung memikirkan hal negatif pada hasil pembicaraan orang lain.

 

Disamping itu zat kimia yang mengantar pesan antar neuron, serotonin lebih rendah pada wanita. Rendahnya serotonin ini biasa terkait dengan aktifitas pusat otak yang kerja berlebihan. Tak jarang hal ini juga dapat menyebabkan depresi.

 

 

-EP-

Sumber: vivalife, pic: artmagz


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry