SPORTS > TIPS & PRACTICE
Rajin Olahraga tapi Badan Tambah Gemuk?
05 Aug 2013

Olahraga merupakan salah satu cara untuk turunkan berat badan selain diet. Tapi jangan salah, aktivitas yang mengeluarkan keringat ini justru bisa membuat badan tambah gemuk. Lho?




Jika Anda merasa sudah rajin nge-gym tapi berat badan tak kunjung turun, maka ada yang salah dengan rutinitas harian Anda. Coba ingat-ingat, apa yang biasa Anda lakukan setiap selesai fitnes? Makan? Makanan seperti apa yang dikonsumsi?

Olahraga memang tak terbantahkan bisa memberikan sejuta manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun para ahli mengatakan, pelaku fitnes seringkali mengira kalau mereka telah membakar sangat banyak kalori setelah berolahraga sehingga beranggapan jika mengonsumsi makanan bergula dan banyak lemak bisa dimaafkan.

Padahal aktivitas fisik tidak serta merta membakar ratusan atau ribuan kalori sekaligus. Sayangnya, itu yang banyak dipikirkan orang. Misalnya saja, Anda perlu latihan sepeda statis selama satu jam hanya untuk membakar kalori dari pizza ukuran medium yang Anda makan. Nah, apabila yang Anda lakukan di gym hanya cardio, latihan kekuatan, spinning atau treadmill selama 45 menit, lalu setelahnya mengonsumsi beef bufger dengan topping keju dan minuman soda, bisa diperkirakan. Kalori yang masuk pasti lebih banyak daripada yang terbakar.

Hal itulah yang menjadi penyebab, kenapa banyak orang berat badannya tak juga turun padahal sudah rajin olahraga. Menurut Jonathan Ross, juru bicara dari America Council on Exercise, orang cenderung menaksir terlalu tinggi tentang jumlah kalori yang berhasil mereka bakar ketika olahraga.

"Mereka hanya latihan sebentar tapi setelah itu memanjakan diri sendiri terlalu banyak," ujar Jonathan, seperti dikutip dari Daily Mail. 

Personal trainer tang berbasis di Amerika ini tidak menampik bahwa olahraga memang berperan penting dalam usaha penurunan berat badan. Tapi jika tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup dan nutrisi yang diasup, hasilnya pun jadi tidak maksimal.

"Beberapa program (penurunan berat badan) ada yang lebih menekankan nutrisi, sementara lainnya fokus ke olahraga. Tapi keduanya akan memberikan hasil yang lebih memuaskan jika digabungkan daripada dipisah," tukasnya.

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan agar hasil olahraga bisa memuaskan dan tidak sia-sia dilakukan? Pertama, perhatikan intensitas latihan Anda. The National Weight Control Registry di Amerika Serikat merekomendasikan, orang dewasa yang fisiknya sehat harus melakukan aktivitas fisik berintensitas sedang sedikitnya 250 hingga 300 menit dalam seminggu jika ingin menurunkan berat badan. Itu pun hasilnya masih minimal. Latihan bisa dilakukan dengan cardio, pilates, spinning, aerobik, jogging, dan sebagainya.

Namun Dr Michele Olson, profesor olahraga dan fisiologi di Auburn University Montgomery, Alabama, Ameriksa Serikat mengatakan akan cukup sulit memangkas kelebihan berat badan hanya dengan olahraga. Ia mencontohkan, 1 pon lemak mengandung 3.500 kalori. "Jika Anda lari marathon sepanjang 26 mil, dimana Anda bisa membakar 100 kalori per 1 mil, maka total hanya 2.600 kalori yang terbakar. Masih ada kelebihan 900 kalori yang tersisa," jelasnya. 

Oleh karena itu setelah olahraga asupan nutrisi juga harus diperhatikan. Pulihkan tenaga dengan mengonsumsi protein sehat dari dada ayam tanpa lemak, telur rebus atau ikan panggang dengan sayuran segar atau dikukus sebentar. Bisa juga dengan mengonsumsi yoghurt tanpa lemak atau sandwich gandum isi tuna. Hindari makanan bergula dan berlemak tinggi seperti junk food, susu full cream, kentang goreng, ayam goreng tepung atau pasta dengan saus carbonara.

 

 

-EP-

Sumber: detik, pic: wisegeek


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry