ABOUT CHILDREN > CHILD & GROWTH
Tips Mengajarkan Balita Buang Air Kecil
02 Dec 2014

Tidak mudah mengajarkan anak untuk mengendalikan keinginan buang air. Bagaimana caranya? Ini tipsnya!




Teknologi popok bayi sekali pakai memang sangat membantu orang tua. Dengan penggunaan popok sekali pakai, Anda bisa mengajak anak bayi dan batita berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan tanpa khawatir mereka akan mengompol dan mengotori celananya. Tetapi penemuan ini membuat beberapa orang tua terlena dan lupa bahwa anak juga harus mandiri serta buang air kecil sendiri.

 

Psikolog Anak dari Fabiola Consulting, Fabiola P. Setiawan mengatakan, kemampuan anak untuk mengontrol buang air besar dan buang air kecil berbeda-beda. Tapi pada umumnya,  keinginan anak untuk tetap bersih dan kering muncul antara usia 18-24 bulan. Pada saat itu, biasanya anak sudah memiliki kemampuan fisik, bahasa, dan pengenalan diri yang baik. “ Anak mampu mengetahui dan melapor popoknya telah basah atau kotor,” ujar Fabiola.

 

Setelah berumur 1,5 tahun, anak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil dan buang air besar serta menahan popoknya tetap kering selama dua jam. Mereka juga mampu menurunkan dan menarik celananya ke atas dengan baik. Dan inilah waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan penggunaan toilet kepada anak.


Meski telah mengetahui cara penggunaan toilet, anak yang berusia 2-3 tahun bisa saja masih suka buang air di celana. Tapi itu masih bisa dimaklumi. Mungkin karena mereka terlalu asyik bermain atau kecewa akan sesuatu. “Hanya saja, sebagian besar anak tidak lagi mengompol pada usia empat tahun,” kata dia.

Jika pada usia empat tahun atau lebih, anak masih belum mengerti cara menggunakan toilet, orang tua harus tegas untuk tidak membiasakan penggunaan popok sekali pakai. Anak pun perlu mendapatkan pengertian bila pipis akan mengakibatkan basah yang membuat bokong tidak nyaman. Sehingga anak akan mengembangkan kebutuhan untuk mengatakan bahwa ia buang air dan minta dibersihkan.

Pada tahap selanjutnya, anak akan memahami hubungan sebab akibat ini. “Sehingga mereka akan lebih mudah untuk mengatakan jika ingin buang air sebelumnya,” ujar Fabiola.

Orang tua perlu pula memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan toilet umum ketika sedang berjalan–jalan. Dan agar anak nyaman berlatih menggunakan kloset, sebaiknya orang tua memilih toilet yang bersih.

Dewi Puspitaningtyas Faeni, psikolog keluarga dari Klinik Hipnosis Sehati menambahkan, orang tua bisa mengajarkan anak untuk memberikan tanda, berupa suara atau gerakan tubuh, bila ingin membuang air besar atau kecil. Misalnya dengan mengajarkan mereka menunjuk perut untuk buang air besar dan menunjuk bawah perut sebelum buang air kecil. Sehingga anak bisa buang air dengan cara yang benar di tempat yang seharusnya.

“Dan agar anak tidak mengompol, sebaiknya orang tua tidak lagi memberikan mereka susu menjelang tidur,” kata Dewi. “Anak bisa meminum susu sekitar tiga jam sebelum tidur. Bila terlalu dekat dengan waktu tidur, besar kemungkinan anak akan merasakan ingin pipis ketika tengah tidur.”

 

 

-EP-

Sumber: yahoo.co.id, pic: popsugar


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry