SPORTS > TIPS & PRACTICE
Mengapa Kurang Tidur bisa Pengaruhi Berat Badan?
13 Jan 2016

Cari tahu jawabannya, jangan sampai program diet yang sudah Anda buat jadi gagal total hanya karena kurang tidur.




Kurang tidur dapat menimbulkan beragam masalah, salah satunya adalah over eating. Apabila hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin berat badan akan naik. Berikut ini beberapa alasannya.
 

Olahraga dan diet memang masih menjadi kunci utama bagi Anda yang melakukan program penurunan berat badan. Selain itu, tidur yang yang berkualitas juga dapat mempengaruhi berat badan. Memiliki tidur yang berkualitas tentu akan mempercepat tujuan awal untuk menurunkan berat badan. Growth hormone alias hormon pertumbuhan, yang sangat penting untuk perbaikan jaringan tubuh, pengurangan kadar lemak tubuh, dan menjaga daya tahan atau imunitas tubuh, juga akan dikeluarkan saat Anda sedang tidur.
 

Lalu, bagaimana kurang tidur dapat meningkatkan berat badan? Beberapa studi mengatakan bahwa kurang tidur berpotensi menyebabkan beragam masalah kesehatan. Seperti mengurangi produktivitas, sistem kekebalan tubuh menurun, diabetes, gejala skizofrenia, peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, hingga obesitas.


Berikut penjelasan bagaimana kurang tidur sangat berpotensi meningkatkan berat badan seseorang seperti dikutip Huffington Post.
 

1. Kurang tidur tingkatkan rasa lapar

Studi Mayo Clinic pada tahun 2012 lalu membandingkan kebiasaan makan orang yang memiliki tidur berkualitas dengan mereka yang kurang tidur selama delapan hari. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa peserta yang kurang tidur rata-rata makan 549 kalori ekstra setiap hari. Jika kebiasaan ini bertahan, maka bisa meningkatkan berat badan sebanyak 0,45 kilogram tiap minggu.

Sementara itu, penelitian lain menyebutkan bahwa makan berlebihan dapat mengurangi hormon pemberi rasa kenyang, hormon leptin, dan meningkatkan hormon ghrelin, yang meningkatkan rasa lapar.
 

2. Ngemil di Malam Hari

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik serta meningkatkan perilaku ngemil yang berlebihan. Pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology tahun 2013 lalu menyebutkan, kurang tidur mengacaukan jam biologis tubuh dan mengakibatkan gangguan metabolisme. Sehingga hal ini menimbulkan kecenderungan untuk lebih menumpuk lemak.
 

3. Carbohydrate craving dan makanan berlemak

Tidur membantu kita agar terhindar dari kelelahan. Saat kita lelah, tubuh lebih cenderung menginginkan makanan yang tidak sehat, tinggi karbohidrat, serta makanan yang tinggi lemak. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin berat badan Anda akan segera naik.

Studi baru yang dilakukan University of Pennsylvania dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan, orang yang kurang tidur mengonsumsi kalori dari lemak lebih banyak daripada kalori dari karbohidrat. Hal inilah yang menyebabkan mengapa orang yang kurang tidur ingin mengonsumsi makanan yang berlemak.
 

4. Siklus tidur terganggu ubah pola makan

Siklus tidur yang terganggu dapat berdampak pada kebiasaan makan yang buruk. Studi pada tahun 2011 mengatakan bahwa seseorang yang kurang tidur cenderung terlambat makan, makan malam setelah jam 8 malam, dan mengonsumsi lebih banyak kalori. Dan kebiasaan terlambat makan lebih cenderung dapat mengganggu kualitas tidur di malam berikutnya.
Hormon melatonin, hormon alami yang diproduksi tubuh ini akan membantu mengembalikan jam tidur biologis seseorang sehingga sangat bermanfaat meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi insomnia. 
 

5. Kehilangan nutrisi penting

Kurang tidur dapat menimbulkan over eating. Meski demikian, hal itu bukan berarti nutrisi bagi tubuh kita terpenuhi. Banyak nutrisi penting hadir dalam buah-buahan dan sayuran. Studi pada tahun 2013 lalu menyebutkan bahwa selain makan-makanan yang tidak sehat, orang yang kurang tidur juga cenderung makan setengah porsi buah dan sayur lebih sedikit daripada mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup. Tentu, hal ini dapat membuat tubuh seseorang kehilangan nutrisi penting dari diet secara keseluruhan. Ketidakseimbangan diet ini dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang mempengaruhi fungsi rutin tubuh. Karena itu, penting bagi seseorang mendapatkan jam tidur yang berkualitas untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berapa lama waktu tidur yang tepat? Menurut laporan dari jurnal National Sleep Foundation (NSF), setiap kelompok umur memiliki jam tidur yang berkualitas.

– 0-3 bulan = Tidur 14-17 jam sehari
– 4-11 bulan = Tidur 12-15 jam sehari
– 1-2 tahun = Tidur 11-14 jam sehari
– 3-5 tahun = Tidur 10-13 jam sehari
– 6-13 tahun = Tidur 9-11 jam sehari
– 14-17 tahun = Tidur 8-10 jam sehari
– 18-25 tahun = Tidur 7-9 jam sehari
– 26-64 tahun = Tidur 7-9 jam sehari
– 65 tahun ke atas = Tidur 7-8 jam sehari
 

Meski demikian, dalam laporan tersebut dikatakan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda tergantung gaya hidup, usia, dan kesehatan.
 

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas. Seperti olahraga teratur. Telah banyak ahli yang mengatakan bahwa rutin olahraga akan membantu meningkatkan kualitas tidur. Bukan hanya kualitas tidur, olahraga yang teratur juga dapat membuat tubuh seseorang lebih sehat secara keseluruhan.
 

Menurunkan berat badan sendiri memang tidak mudah dan butuh perjuangan. Karena itu, jangan sampai hanya kurang tidur bisa mengacaukan rencana Anda untuk menurunkan berat badan. 



-EP- 

 Sumber: duniafitnes

 

 


OTHER ARTICLE
btn_fb
btn_twitter

lula-konsultasi

adv-konsultasi-jerry